Senin, 04 April 2022

Hilang di Gunung Guntur

 Oleh

Ike Adelia Shilfa

Kelas 9D



Namaku gibran. Aku berumur 14 tahun. Pada tanggal 15  September aku meminta izin pada ibuku untuk naik ke Gunung Guntur dengan Aa' Aldi dari Bandung.

Singkat cerita pada tgl 18, aku sudah naik. Jam 1 siang aku video call ibuku  "Ibu aku udah naik dipos 1."  "Alhamdulillah" sahut ibuku. saat pukul 5 sore abangku video call lagi " Bu, aku sudah dipos 3."  Dipos 3 itulah kami mulai memasang tenda.

Dari pertama kali video call, ibuku melihat sudah bukan aku yang dilihat. Suaranya sudah lain,m ukanya pun lain. Saat itu juga ibuku merasa aneh "Gibran mana? Gibran mana?"  kata ibuku. "Ini, Bu...ini Bu" sahutku. Namun menurut ibuku hanya terdengar suaraku tapi aku tidak terlihat.

Saat aku mulai berangkat ke pos 2-3 dipertengahan jalan, disebelah kanan ada orang lewat tapi putih memakai baju putih, rambutnya panjang. Akupun tidak menggubris dan terus berjalan sampai akhirnya tiba dipos 3 untuk istirahat.

Singkat cerita aku aku sudah bangun tidur dan aku merasakan seperti ada disebuah curug.



Disana tidak ada tenda, tidak ada apa-apa. Disana banyak orang seperti perkampuangan tapi aku tidak mengenali orang-orang itu. Disana aku diberi makan oleh 3 orang wanita "Dek ini makanya" kata perempuan itu, dan langsung pergi. Sehari disana aku diberi makan 4x tapi aku tidak pernah memakannya.

Diperkampungan itu ada pocong dan sejenisnya. Anehnya disana aku tidak merasa takut sama sekali, malah rasanya seperti biasa saja. Disana aku juga diberi 5 buah pisang oleh siluman monyet berwarna abu-abu "Ini makan" kata monyet itu. "Ambil aja tuh dia baik, dia yang penjaga hutan ini, " kata penjaga yang menjagaku.

Setelah sehari itu  aku dibawa masuk gua disana ada wewe gombel. Aku mau dijadikan budaknya katanya. Aku mulai baca-baca ayat kursi dan alfatihah mulailah terbuka seperti ada cahaya yang seakan menuntun gibran untuk pulang. Tapi tidak semudah itu jin disana menghalangi gibran menuju cahaya itu.



Gua itu seperti tidak ada ujungnya. Aku sudah bolak-balik disana, tapi tidak ada jalan keluarnya. Aku mulai membaca ayat kursi lagi. Si wewe gombel tadi ngamuk dan memuntahkan semua makanan yang dimakanya. Tiba-tiba ada wanita minta tolong "tolong..tolong.." aku mau nolongin gimana. Aku baca alfatihah dan dia lepaa tapi malah ada muridnya. Wewe gombel utu ternyata punya banyak anak murid tapi ga berani mendekatiku. Setiap aku dekati mereka selalu menjauh. Penjagaku ngomong  dengan wewe gombel itu "kalo gibran ga kluat dari sini dia yang akan jadi muridmu." Aku baca ayat kursi lagi terus aku dikluarin.

Disana banyak mahluk-mahluk dunia lain yang berlalu lalang. Sampai akhirnya ada sesosok tuyul yang mengajak aku ngobrol. Ternyata tuyul tersebut dibuang oleh majikan nya ke gunung ini. "Saya mau pulang" ucap tuyul tersebut. "Makanya saya juga mau keluar" sahut ku. Dia menemaniku berjalan tapi saling berjauhan. Tidak lama kemudian tuyul tersebut tertidur.

Setelah kejadian tuyul tadi ada pocong diatas pohon. Pocong itu terdiam seperti akan bunuh diri. Disana ada juga banyak sosok-sosok lain yang berjejer tapi pocong itu sendirian.

Saat waktu menunjukan sekitar pukul setengah 5 ada yang neriakin gibran dari bawah "gibran..." teriak mang ade. "Disinii.." jawabku. Mang ada langsung naik ke atas disana aku diberi makan dulu. Lalu kami melanjutkan perjalanan turun kebawah. Kakiku rasanya sakit seperti ditusuk-tusuk beling. "Cepat kesini, dibawah ada tim sar" ucap mang ade. Sampai dibawah ada tim sar dan aku langsung digendong dan dibawa ke Puskesmas dengan ambulans.

Badanku masi kerasa berat. Ternyata masi ada yang mgikutin dari gunung itu. Masi ada bapak-bapak memakai baju hitam ngikutin sampai puskesmas, mereka akan memberiku keris. Mereka mengajakku ke istana "disana membutuhkan seorang raja" ucap bapak itu . Ternyata disana ada kerajaan gaib yang dipimpin oleh seorang ratu yang ingin menikahiku. Tapi aku terus menolak dan akhirnya sosok itupun pergi.

Demikianlah kisahku semoga menginspirasi teman-teman semua. Keindahan dan keelokan sebuah gunung memang menakjubkan tapi hendaknya kita selalu berhati-hati saat mengunjunginya.



Persahabatan Singa dan Harimau

Oleh Silvia Martha Andriani

Kelas 9C

            

             Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor singa dan harimau beserta binatang-binatang lain yang tinggal didalamnya. Singa  adalah sang raja hutan yang sangat tegas dan baik hati. Semua binatang yang tinggal di hutan sangat patuh dan takut kepadanya. Ia, sangat bersahabat baik dengan harimau. Namun, persahabatan mereka pun hancur, akibat kesalahan yang dilakukan oleh harimau. Pada saat itu, harimau sangat ingin menggantikan posisi singa sebagai sang raja hutan. Harimau pun memakai cara yang licik untuk mencelakai singa sahabatnya itu. Bahkan, ia rela untuk membunuhnya sekalipun.


           Ketika harimau sedang sibuk mencari cara untuk mencelakai singa, ia pun menemukan sebuah sumur yang sangat dalam. Lalu muncul lah ide-ide licik untuk mencelakai sang singa. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyusun rencana untuk menjebak singa agar terperangkap didalam sumur itu. Harimau menutupi lubang sumur itu dengan berbagai dedaunan dan ranting-ranting kecil. Namun, ada seekor kelinci yang mengetahui rencana harimau. Kelinci pun melaporkan perbuatan harimau itu kepada singa sang raja hutan.


       Mengetahui hal itu, singa pun sangat marah dan kecewa kepada harimau. Ia tidak menyangka bahwa sahabatnya sendiri ingin membunuhnya. Lalu, singa pun pergi untuk menemui harimau. Pada saat keduanya bertemu, singa pun langsung menegur harimau " Wahai harimau, mengapa kau ingin membunuhku? Padahal kita adalah seorang sahabat yang bai," tegur singa kepada harimau. Mendengar ucapan itu, harimau pun langsung menjawab " Sahabat ? Aku bukan sahabatmu lagi wahai singa!!! Mulai sekarang aku adalah musuh terbesar yang akan menggantikan posisimu sebagai sang raja hutann!!!" Jawab harimau. " Baiklah jika itu mau mu. Aku juga tidak ingin mempunyai sahabat penghianat sepertimu!!!" Sahut singa lagi. Lalu, singa pun pergi meninggalkan harimau dengan hati yang penuh dengan amarah dan rasa kekecewaan. Sementara itu, harimau tetap mencari cara untuk mencelakai singa.




       Saat harimau sedang berjalan menyusuri hutan, tiba tiba, harimau pun mendengar suara manusia yang sedang berbincang-bincang. Lalu, harimau mencari darimana asal suara itu. Dan ternyata itu adalah suara si pemburu yang sedang mencari mangsa. Harimau pun langsung ketakutan. Ia pun bergegas untuk pergi dari tempat itu, dan mencari tempat persembunyian. Dengan rasa takut, harimau pun lari tergesa gesa dan membuatnya jatuh terperosok kedalam jurang. Ia pun berteriak-teriak meminta pertolongan. Singa yang berada tak jauh dari jurang itu, mendengar suara teriakan harimau yang meminta pertolongan. Namun, singa sudah tidak perduli lagi dengan harimau. ia pun mengira bahwa itu adalah salah satu jebakan harimau untuk mencelakainya.


           Kini, hanya para pemburu lah yang mendengar teriakan harimau. Para pemburu itu pun langsung bergegas untuk menangkap harimau yang terperosok didalam jurang. Tak lama kemudian, harimau yang licik itu pun tertangkap. Lalu diangkut kedalam mobil dan dibawa pergi oleh para pemburu itu. Didalam mobil itu, harimau sangat sedih dan amat menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan terhadap sang singa. Namun semua sudah terlambat, ia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan singa dan meminta maaf kepadanya.


          Sejak kepergian harimau, hutan kembali tenang. Dan tidak ada lagi yang ingin mencelakai singa sang raja hutan. Para penghuni hutan pun terlihat sangat nyaman, aman, dan damai. 

Rumah Hantu

 


(Oleh Ria Anita Kelas 9F)

Hari itu, Kamis selepas Isya , Aku membuka  gerbang rumah yang disebut-sebut sering ada penampakan disitu. Ya, malam Jumat , Aku mulai memasuki bagian dalam rumah itu setelah sebelumnya ditantang oleh temanku dengan imbalan 50 ribu jika berhasil menelusuri dan membuktikan tidak ada apa-apa di dalam rumah itu. Aku tanpa berpikir dua kali langsung menerima tantangan itu, dan disinilah aku sekarang.

Setelah menutup pintu depan, rumah ini jadi gelap sekali. Akupun menyalakan senterku dan berjalan lagi. Selesai melewati ruang tamu, mendadak  tubuhku berat dan sakit jika digerakkan. Demi 50 ribu, kulangkahkan kakiku untuk berjalan lagi tanpa menghiraukan rasa sakit ini. Perlahan, sambil merapalkan doa- doa, rasa sakit ini mulai menghilang. Akupun terus berjalan hingga menemukan sebuah lukisan. Aku terkesiap. Perlahan tapi pasti, aku mendekati lukisan itu setelah merasa ada yang ganjil dalam lukisan itu.

Ternyata, benar dugaanku. Itu adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang terkenal itu. Sejenak, terlintas dipikiranku untuk mengambil dan menjualnya ke toko online, mengingat bahwa lukisan ini mahal harganya dan rumah ini sudah tidak kelihatan dipakai selama bertahun-tahun. Tetapi, karena aku anak yang baik, aku mengusir jauh pikiran itu. Akan tetapi, pikiran itu datang lagi. "Apa aku kurang jauh, ya, mengusirnya sehingga pikiran ini datang lagi," batinku. Aku segera mengusir pikiran itu jauh-jauh agar tidak bisa kembali lagi.

Ternyata, di lantai satu hanya ada ruang tamu dan sisanya kosong. Sehingga aku naik ke lantai dua. Seampainya di lantai dua, Aku dihadapkan dengan 3 pintu. Pintu pertama berdecit ketika Aku membukanya. Saat itu juga, dari dalam keluar makhluk berkaki empat dan dengan bulu yang lebat. "Aaaaa.....", Aku kaget. Tetapi, setelah mendengar makhluk itu mengeong seperti kucing, Aku menunda langkahku yang ingin turun kebawah dan mendekati makhluk itu. Dengan takut-takut, Aku menyoroti makhluk itu dengan senterku. Dan benar, itu adalah kucingku yang hilang dua bulan yang lalu.Aku membuka pintu kedua tapi tidak ada apa-apa yang aneh. Hanya setumpuk uang setinggi dua meter. Aku keluar dari ruangan itu dan menuju ke pintu ketiga.

Saat aku ingin membukanya, perasaanku tidak enak. Tiba tiba terdengar bunyi krucuk-krucuk dari dalam perutku. Ah, Aku baru ingat kalau Aku belum makan malam. Aku langsung memakan buah yang tadi aku ambil dari pohon depan rumah ini

Dengan perasaan yang sudah enak, Aku membuka pintu ketiga. Saat aku membukanya, terlihat pocong, tuyul, dan kuntilanak yang sedang makan malam. Aku kaget. Merekapun kaget. "Aaaaa......", teriakku yang bersamaan mereka. Ya, Aku salah yang mengatakan tidak ada apa-apa di rumah ini. Aku berlari turun ke lantai satu.

Kulihat dibelakangku mereka mengejarku dengan muka-muka haus darah seperti ingin memakanku. Sampai di depan pintu depan Aku terpeleset. Aduh, Sakit sekali. Aku langsung berdiri dan membuka pintu itu. Namun, pintu itu tidak bisa dibuka. Aku panik. Sangat-sangat panik. Kutolehkan kepalaku kebelakang, ternyata mulut mereka sudah siap melahap mukaku. Aku pasrah.

Tiba-tiba, temanku membangunkanku. "Woi bangun woiiiiii!!!", kata temanku. Aku kaget sekaligus bersyukur bahwa tadi hanya mimpi. "Kamu tadi mimpi apa, kok sampai teriak-teriak", tanya sahabatku. "Nggak papa kok. Santai ae..", balasku. "Untung tadi aku bangunkan. Nanti ada ulangan, pasti kamu belum belajar. Makanya aku bangunin kamu biar bisa belajar", "iya-iya. Makasihh", ucapku

Semangat Nasionalisme dan Kemerdekaan

 

(Oleh Vanessa Febriyanti Kelas 9F)

Perkenalkan namaku Lisa aku masih berada di sekolah menengah pertama. Hari ini, aku di beri tugas dan harus ke sekolah untuk mengumpulkannya. 


Sesampainya, di sekolah aku bertemu Lina, temanku yang sering membantuku saat aku kesulitan. Dia sangat bingung harus mengumpulkan tugas kemana. Aku memberi tahu bahwa tugas harus dikumpul  di meja guru . 


Setelah mengumpulkan tugas bersama, aku dan Lina mendengarkan pengumuman tentang membuat video drama yang mengusung judul '' Semangat  Hari Kemerdekaan ''. Aku tiba-tiba teringat sesuatu tentang hari kemerdekaan negara Indonesia sebentar lagi tepatnya pada tanggal 17 Agustus. Hmmm, bagaimana aku bisa melupakan hari kemerdekaan negara Indonesia . Menurut guru, kami harus membuat drama dalam bentuk video. Aku teringat bagaimana kalau aku mengajak Lina membuat video drama seperti itu tidak bisa sendirian. Akupun mengajak Lina dan dia berkata setuju.

Setelah pulang sekolah dan ganti baju, aku membaca buku tentang  hari kemerdekaan. Perayaan hari kemerdekaan selalu dipenuhi dengan semangat, penuh lomba, karnaval dan masih banyak lagi. Lomba seperti itu sangat bermanfaat terutama untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat di hari kemerdekaan. 

Sayangnya perayaan kali ini harus ditiadakan . Ketika aku melihat di televisi hari kemerdekaan kali ini harus  dilakukan secara virtual baik itu lomba bahkan upacara hanya boleh di hadiri beberapa orang saja dengan mematuhi Prokes.

Setelah memikirkan itu, aku berpikir bagaimana kalau aku langsung dan menggabungkan tema tentang hari kemerdekaan dan aksi Nasionalisme di tengah pandemi. Tapi sebelum menetapkan aku harus meminta pendapat Lina.Akupun pergi kerumah Lina. Karena rumahku dan Lina dekat jadi aku cepat sampai, hanya melewati beberapa rumah.

Akupun bertanya pada Lina tentang judul yang akan ku tetapkan dan dia ternyata dia setuju. Dia mengatakan ''wah itu bagus'' mungkin ide itu bisa membuat kita menang dan bisa membuat semangat nasionalisme di tengah Covid-19 ini bangkit, mengingat kurangnya jiwa nasionalisme di tengah Pandemi.

Kami memberi contoh cinta tanah air itu aksi nasionalisme yang kamu berikan dan juga membuat aksi nasionalisme tentang perjuangan seseorang tenaga kesehatan di garda terdepan . Aku terinspirasi dari tenaga kesehatan yang rela berjuang mati-matian demi merawat pasien Covid-19.Mereka seperti pahlawan. Jika dulu pahlawan melawan penjajah untuk mendapatkanan negara yang merdeka, sekarang bukan hanya tenaga kesehatan saja kita semua harus melawan Covid-19 yang terus menyebar dan memberikan semangat kepada mereka yang terkena virus Corona. 

Setelah video selesai aku mengeditnya lalu mengumpulkannya ke guru. Semoga saja video ini bisa membuat kami menang. Karena, kami berencana untuk mendonasikan hadiah parcel dari lomba untuk pasien yang menjalani ISOMAN. Dan setelah menunggu lama akhirnya muncul pengumuman bahwa juara satu didapat oleh kami. Aku dan Lina sangat senang karena dengan mendonasikan hadiah ini kami bisa mengurangi kesusahan mereka,walaupun hanya sedikit. 

Setelah pamit dari rumah Lina aku kembali kerumahku. Setelah sampai dirumah, aku mandi dan ganti baju. setelah itu, aku membuka handphone aku punya ide untuk membuat viral hari kemerdekaan. 

Hari ini kan 17 Agustus bagaimana kalau aku membuat viral hari kemerdekaan di sosial media.Sosial media bukan hal baru sekarang ini masyarakat dapat memanfaatkan platform dengan membuat dan menyebarkan konten. 

Aku ingin membuat tema viral seperti videoku''Semangat Nasionalisme dan Kemerdekaan di Tengah Pandemi''. 

Setelah mengunggah videoku, banyak sekali like dan komen positif. Dan banyak juga yang mengikutiku untuk membuat video- video tesebut untuk menyemangati sesama bangsa agar negara tercinta bisa pulih kembali. 

Sebagai anak indonesia dan sebagai anak organisasi pramuka aku sangat prihatin. Banyak sekali orang kehilangan nyawa akibat virus Corona.Maka dari itu, aku berencana membagikan masker untuk orang- orang karena, banyak sekali orang yang lalai dan masih tidak memakai masker dan juga dikarenakan mereka tidak mempunyai uang.

Jadi, aku ingin mengambil uang tabunganku untuk membeli masker. Setelah mengambil uang tabunganku aku membeli lalu membagikan masker. Banyak sekali orang yang tidak memakai masker. Aku lalu berpikir jika seperti ini terus, bagaimana Pandemi ini usai jika rakyatnya tak mematuhi aturan dan tidak memiliki jiwa nasionalisme.
     
Covid ini memang membawa dampak bagi kita semua. Menghilangkan tradisi yang ada, banyak yang kehilangan sumber ekonomi, banyak siswa sekolah putus sekolah karena tidak paham dengan pelajaran yang di berikan guru. Tapi, tetap saja itu tidak melunturkan nasionalisme kemerdekaan begitu saja.
      
Dengan adanya Covid-19 ini dan tepatnya momentum hari kemerdekaan, harusnya menjadi peringatan untuk membangkitkan semangat jiwa nasionalisme. Kita memiliki nasib sama mengusir Pandemi demi tujuan pulihkan negara tercinta indonesia.

" Sekali lagi tradisi boleh beda, suasana boleh tak sama , namun Nasionalisme harus tetap di jaga".  

(Catatan : Cerpen ini sudah diikutsertakan dalam lomba Cerpen dalam HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh Kepramukaan Kec. Natar dan meraih juara III)

Selasa, 22 Maret 2022

Jurnal CGP Angkatan 3 Minggu ke-23

 

Senin, 14 Maret 2022 - Mulai dari Diri Modul 3.3

Sampailah saya pada modul terakhir. Judul dari modul ini adalah Pengelolaan Program Berdampak pada Murid. Seperti biasa kegiatan diawali dengan Mulai dari Diri. Dalam bagian ini, kami diingatkan pengalaman saat bersekolah. Ada beberapa pertanyaan yang harus kami jawab dalam Survey, seperti Program/ kegiatan yang berkesan saat menjadi siswa, apa peran yang diambil saat itu, mengapa pengalaman tersebut berkesan dan apa dampaknya saat ini pada saya. Tidak banyak yang saya ingat pada masa sekolah dulu. Tetapi menjadi bagian dari pameran seni merupakah salah satu pengalaman yang berkesan untuk saya.

Selasa- Rabu, 15-16 Maret 2022
Eksplorasi Konsep Mandiri

Ada 22 point yang disajikan dalam Eksplorasi Konsep Mandiri modul ini.. Materi ini terkait dengan Students' Agency, lingkungan yang diciptakan melalui suatu program yang berdampak pada murid, penyusunan kerangka program dalam BAGJA dan materi lain. Hambatan saya adalah hal ini bertepatan dengan pelaksanaan PTS dan LUS di sekolah saya. Tentu saya harus bisa membagi waktu dan fokus dengan baik supaya semua agenda dapat diselesaikan dengan sempurna

Kamis. 17 Maret 2022
Eksplorasi Konsep Forum DIskusi

Forum diskusi memberi kesempatan kami untuk bertukar pemikiran tentang suatu program yang berdampak bagi murid. Dalam 1 kelompok, 1 orang anggota akan mengunggah program yang akan atau sudah dilaksanakannya. Anggota lain akan memberikan pertanyaan atau tanggapan terkait program tersebut. Dalam hal ini, saya memposting kegiatan yang sudah saya laksanakan dimana siswa memilih media dan iklan apa yang ingin didiskusikannya, mempresentasikan hasil diskusinya, mengamati wilayah sekitarnya dan membuat iklan terkait bidang usaha atau produk hasil usaha sekitar dan memposting hasilnya baik dalam buletin ataupun channel youtube/ tik tok.


Jumat, 18 Maret 2022
Ruang Kolaborasi (sesi diskusi)

Lagi-lagi kami bertemu dalam BOR untuk mendiskusikan program yang akan kami bentuk untuk kemudian dipresentasikan di hari setelahnya. Saya menyukai kegiatan ini karena sesi kolaborasi selalu hidup dan menarik. Dan ini adalah Kolaborasi terakhir kami. Program yang kami bentuk akan dilaksanakan di jenjang TK dan dihubungkan dengan bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang.


Jurnal CGP Angkatan 3 Minggu Ke-22


 Senin- Selasa, 7 - 8 Maret 2022 - Kegiatan Demonstrasi Kontekstual

Dalam kegiatan ini, kami diminta untuk mengamati dan memetakan Aset yang dimiliki sekolah. Ke-7 aset yang dipetakan yaitu Aset Manusia, Aset Fisik, Aset Alam, Aset Finansial, Aset Politik, Aset Agama dan Budaya, serta Aset Sosial.. Ilmu baru yang saya dapatkan adalah ternyata suatu program bukan hanya membutuhkan dana secara finansial, tetapi ada aspek-aspek lain yang sama pentingnya. Berikut pemetaan yang saya susun terkait aset yang dimiliki SMPN 2 Natar

Rabu, 9 Maret 2022 - Elaborasi Konsep Sesi Instruktur

Kali ini kami mendapat kesempatan untuk melakukan temu maya dengan Ibu Ajeng Wulansasi, S.T, M.Pd. Beliau lebih banyak bertanya dalam sesi ini. Sebenarnya apa yang disampaikan kurang mengena, karena pertanyaan peserta kurang terjawab dengan baik. Saya berharap di modul akhir, sesi ini akan lebih baik dan interaktif.


Kamis, 10 Maret 2022 - Koneksi Antar Materi

Untuk kegiatan ini, kami diminta untuk menghubungkan materi Pemimpin dalam Pengelolaan SUmber Daya dengan materi dalam modul-modul sebelumnya. Berikut ini hasil Koneksi Antar Materi yang saya susun


Jumat, Aksi Nyata Modul 3.2 

Sebagai aksi nyata modul 3.2 ini kami diminta untuk membuat program perubahan yang berdampak bagi siswa dalam skala kelas. Program yang saya lakukan adalah Belajar sambil Bermain di luar Kelas. Hal ini saya lakukan berdasarkan masalah yang saya hadapi pada modul sebelumnya dalam Dilema Etika dimana siswa saya mengalami kebosanan karena saya tidak lagi mengaplikasikan Permainan dalam pembelajaran karena berfokus pada penyelesaian materi untuk ujian. Berikut ini hasil aksi nyata saya tersebut.





Sabtu, 12 Maret 2022

Jurnal CGP Angkatan 3 Minggu ke-21



 
Selasa, 1 Maret 2022 - Ruang Kolaborasi Sesi Pengerjaan

Dalam kegiatan ini, kelompok kami dibagi menjadi 4 kelompok kecil lintas jenjang dengan wilayah kerja yang sama. Saya ada dalam kelompok wilayah Natar bersama dengan Frida Magdalena dari SMA Swadhipa Natar dan Yuniar Eka Susanti dari TK Trisna. Kami diminta untuk memetakan aset yang wilayah Natar miliki yang mencakup Aset Fisik, Manusia, Aset Sosial, Aset Lingkungan, Aset Finansial, Aset Politik dan Aset Agama dan Budaya. Kegiatan ini meringankan beban yang saya rasa sebelumnya karena kami dapat berdiskusi dan saling memberi masukan tentang materi yang akan kami presentasikan hari setelahnya. Hambatan yang dihadapi adalah singkatnya waktu pengerjaan. Namun berkat kerjasama, kami dapat menuntaskan tugas ini dan siap menyajikannya esok hari.


Rabu, 2 Maret 2022 - Ruang Kolaborasi Sesi Presentasi

Dalam kegiatan ini, kami menyajikan apa yang sudah kami diskusikan sebelumnya kepada kelompok lain. Kelompok saya mendapat giliran ke-3. Dimoderatori oleh Yuniar Eka Susanti, presentasi kami berjalan lancar. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan yang lumayan menarik, seperti misalkan peran bandara yang kami masukkan dalam peta aset terhadap program pengembangan pendidikan. Saya pun mendapat pengetahuan baru karena ternyata Bandara telah menjalin kerjasama dengan kepramukaan. 


Jumat, 4 Maret 2022 - Refleksi Terbimbing

Dalam kegiatan ini kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan pemikiran kami sebelum dan seduah mempelajari modul ini. Dalam kegiatan ini, saya merasa sedikit ada perubahan dimana sebelumnya saya berpikir bahwa kemajuan semata-mata bergantung pada aspek finansial saja. Namun setelah mengenal modul ini, saya mulai mengetahui bahwa ada aset-aset lain yang mendukung perubahan. Saya harap teori yang saya dapat dari modul ini dapat saya gunakan di kemudian hari untuk program sekolah saya.



Jurnal CGP Minggu Ke-20

 

21 Februari 2022 - Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
Dalam kegiatan ini, saya selaku guru menghadapi situasi yang disebut dilema etika. Dalam kondisi ini, saya diharuskan mengambil keputusan yang berpihak pada murid dengan melalui langkah-langkah Pengujian dan Pengambilan Keputusan. Saya merasa bingung menghadapi masalah ini karena ke dua nilai yang berbenturan merupakan benar dan benar. Namun dengan mengikuti langkah yang sudah dijabarkan di dalam LMS, saya yakin keputusan yang saya buat berpihak pada murid. Berikut adalah Aksi Nyata saya dalam Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran 


22 Februari 2022 - Mulai dari Diri Modul 3.2 yaitu Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Dalam modul ini kami akan belajar bagaimana mengelola aset yang dimiliki unit kerja masing-masing. Seperti biasa, kegiatan diawali dengan Mulai dari Diri dimana kami diminta untuk mengingat kembali faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Saya khawatir memulai modul ini. Karena modul 3 untuk saya adalah modul paling berat untuk dipahami karena sudah mencaai ranah kepemimpinan. Tapi saya harap ke depannya ilmu yang saya dapat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan murid.

23-25 Februari 2022 - Eksplorasi Konsep
Dalam kegiatan ini ,kami disajikan materi baik berupa bacaan maupun teks. Kami juga diminta menjawab pertanyaan dan saling berkomentar atas pendapat CGP lain. Sesuai kekhawatiran saya, materi ini sulit untuk saya pahami. Saya merasa terbebani mempelajari modul ini. Semoga dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya, kekhawatiran saya sedikit sirna dan tercerahkan.


26 Februari 2022 - Lokakarya 5
Kegiatan lokakarya kali ini agak berbeda. Biasanya kami ditempatkan di hotel atau resort, tapi kali ini lokasi kami di salah 1 sekolah di Lampung Selatan,yaitu SMA Yadika Natar. Di sekolah,bukan berarti tidak layak,karena semua fasilitas yang disediakan layak. Saya senang dengan kegiatan ini, karena dapat bertukar pikiran dan bertemu rekan CGP lain yang sudah 2 bulan tidak bertemu. Semoga semangat yang didapat sepulang dari Lokakarya merupakan bahan bakar positif untuk melanjutkan pengerjaan LMS.



 


Selasa, 22 Februari 2022

Jurnal CGP Angkatan 3 Minggu Ke-19

 



14-16 Februari 2022
Demonstrasi Kontekstual

Kegiatan ini memakan waktu cukup lama, karena kami diminta untuk merencanakan bagaimana kami akan mentransfer pemahaman kami akan isi modul 3.1 yaitu Pengambilan Keputusan. Hal ini juga dilengkapi dengan detail penting yaitu langkah awal, waktu dan siapa yang dilibatkan. Saya agak kesulitan dalam merencanakan kegiatan ini, karena pada dasarnya saya memang termasuk orang yang disorganized dan spontan
. Namun pada akhirnya kegiatan ini dapat saya selesaikan sebelum tenggat. Saya akan berusaha untuk memperbaiki kekurangan saya dalam hal perencanaan.

17 Februari 2022
Elaborasi Konsep (Sesi Instruktur)


Instruktur kami untuk Modul 3.1 adalah Ibu Monika Irayati Irsan, seoranf pendiri Erudio Indonesia yang merupakan salah satu ekosistem pendidikan yang memiliki Erudio School of Art and Science dimana daam pengambilan keputusan melibatkan siswa di dalamnya. Beliau menyajikan materi dengan asik dan interaktif sehingga saya dapat lebih memahami materi. Harapan saya untuk sedikit tercerahkan terjawab dalam kegiatan ini. Harapan saya semoga dua modul tersisa dapat menimba pengalaman dengan tokoh-tokoh yang tidak kalah hebatnya dari Ibu Monika.

18 Februari 2022
Koneksi Antar Materi
 Dalam kegiatan ini kami diminta menjawab 10 pertanyaan yang merupakan tuntunan untuk merangkai hubungan antar modul yang sudah saya pelajari. Hambatan yang saya rasa adalah jelas harus mengingat kembali modul yang sudah dilewati. Libur satu bulan banyak mengikis memori saya tentang modul terdahulu sehingga saya harus membaca ulang intisari setiap modul. Semoga saya bisa memahami, dan bukan sekedar hapal teori yang saya dapatkan. 

Koneksi Antar Materi saya dapat di akses pada:


Selain itu, pada hari ini saya juga dikunjungi Pendamping Praktek saya, yaitu Ibu Galuh Puspitasari, S.Pd, Gr. Kami membahas pelaksanaan Coaching. Saya sampaikan kepada PP apa saja yang menjadi kendala selama pelaksanaan teknik Coaching, dimana sulit menemukan rekan yang bersedia membuka masalahnya sebagai bahan Coaching. Saya harap ke depannya sesama rekan sejawat dapat lebih terbuka satu sama lain dan dapat berkolaborasi lebih baik



Jurnal CGP Angkatan 3 Minggu Ke-18


 7-8 Februari 2022

Eksplorasi Konsep Mandiri


Dalam kegiatan ini, kami diharapkan dapat mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip etika yang berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dalam lingkungan kerja masing-masing CGP, mengaitkan nilai-nilai tersebut dalam rangka pengambilan keputusan menghadapi dilema etika serta bersikap reflekstis, kritis dan terbuka dalam pengambilan keputusan. Disini kami disajikan beberapa video terkait dilema etika dan bujukan moral dan diminta menganalisis studi kasus tersebut. Yang saya rasa adalah, ternyata selama ini saya menghadapi banyak sekali bujukan moral dan dilema etika dalam menjalani tugas sebagai Guru. Namun saya baru memahami berbagai istilah yang terkait dengannya serta langkah apa yang harus dilakukan untuk pengambilan dan pengujian keputusan terkait dilema etika. Hambatan dalam menyelesaikan materi ini adalah banyaknya materi yang disajikan, namun hal ini terbantu dengan beberapa video menarik terkait studi kasus dilema etika dan bujukan moral. Ke depannya saya berharap dapat mempraktekkan teori yang saya dapat pada bab ini dalam kondisi riil di lapangan.

9 Februari 2022

Ruang Kolaborasi (Sesi pengerjaan)

Dalam kegiatan ini, kami dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 CGP lintas jenjang. Kami diminta untuk menganalisis studi kasus terkait dilema etika (dapat sesuai dengan pengalaman pribadi ataupun ditarik dari kasus dalam LMS). Kami dibagi dalam BOR kecil dan mendiskusikan kasus apa yang akan kami analisa. dan keputusan apa yang akan kami buat dalam kondisi tersebut. Kendala yang saya hadapi adalah teknis. Saya terpental dari BOR dan tidak dapat masuk kembali, sehingga saya harus mengikuti diskusi melalui WA. Semoga ke depannya kendala seperti ini dapat saya antisipasi supaya tidak menghambat kepentingan bersama.

10 Februari 2022

Ruang Kolaborasi (Sesi Presentasi)


Dalam kegiatan ini, setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil diskusi di hari sebelumnya. Saya masuk dalam kelompok 3 dan kasus yang kami angkat berdasarkan pengalaman nyata. Kendala yang kami alami adalah waktu. Kami melaksanakan agenda ini pukul 13.30, sementara beberapa dari kami baru sampai di rumah pada jam tersebut. Harapan saya supaya kegiatan seperti ini dapat disesuaikan dengan kegiatan CGP. 

11 Februari 2022

Refleksi Terbimbing


Pada Refleksi Terbimbing, kami dihadapkan pada beberapa pertanyaan yang harus kami refleksikan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kami juga diminta untuk memikirkan kembali dilema etika yang pernah kami hadapi dan apa yang kami lakukan untuk menyelesaikannya. Hambatan saya adalah saya masih sedikit bingung dengan beberapa istilah dan langkah, seperti penyusunan Opsi Trilema yang tepat dan beberapa hal lain. Saya harap kebingungan saya ini akan terjawab pada kegiatan-kegiatan berikutnya.

Kamis, 17 Februari 2022

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

Ki Hajar Dewantara dan asas Pratap Trilokanya merupakan kiblat dunia pendidikan kita. Guru sebagai tukang kebun untuk siswanya diwajibkan mampu menjadi teladan (Ing ngarsa sung tuladha), membangun semangat (Ing madya Mangun Karsa) dan menjadi motivator (Tut Wuri Handayani). Dengan asas ini, kita sadari bersama bahwa pusat orbit pendidikan kita adalah kebutuhan murid. Segala tindakan dan keputusan kita sebagai guru wajib ditujukan hanya untuk kepentingan dan kebaikan murid. Guru selaku pemimpin pembelajaran seringkali dihadapkan pada benturan kepentingan yang mengharuskannya mengambil keputusan. Sehebat apapun benturan tersebut, peran seorang guru adalah pembuat keputusan yang berpihak pada muridnya, yang memikirkan imbas yang lebih besar untuk muridnya.


Salah satu peran yang dimainkan guru adalah sebagai Pemimpin Pembelajaran. Selaku seorang pemimpin, segala nilai dan pandangan yang kita anut akan mempengaruhi cara kita menelaah suatu hal. Pertimbangan yang kita ambil akan berdasarkan pengalaman yang nilai yang kita cenderung percayai. Hal ini akan memberikan pengaruh pada hasil akhir yaitu keputusan yang kita buat. Misalnya, seseorang yang menanamkan nilai empati pada dirinya, akan cenderung mengambil keputusan berdasarkan prinsip kasih sayang., sementara seseorang yang memegang teguh integritas akan cenderung memutuskan sesuatu berdasarkan prinsip keadilan. 


Pengambilan keputusan merupakan suatu keterampilan yang harus dilatih terus menerus. Coaching merupakan salah satu bentuk melatih keterampilan pengambilan keputusan. Dalam Coaching kita banyak merefleksikan apa yang terjadi, fakta apa dan siapa saja yang terkait di dalamnya, solusi apa yang dapat ditempuh dan apa sekiranya hambatan yang akan ditemui, dan lain sebagainya. Coaching merupakan dialog mendalam terhadap diri sendiri untuk berfokus pada solusi, dan bukan pada masalahnya. 

Guru adalah manusia biasa yang tentu memiliki naik turun dalam emosinya. Tetapi pengelolaan emosi yang sehat dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi setiap masalah yang dihadapinya. Bagaimana sistem pengelolaan emosi yang sehat? Seperti dijabarkan pada modul Pendidikan Sosial Emosional, teknik STOP sangat dianjurkan. Kesadaran penuh yang dimiliki seseorang membuatnya dapat berpikir tenang dan tidak gegabah dalam bertindak.
Menjadi pendidik, jelas Guru akan berhadapan dengan pembahasan sekitar moral dan etika. Pelanggaran-pelanggaran terkait moral dan etika sudah bukan hal asing. Terkadang, sebagai Guru kita mengambil jalan pintas untuk mengambil keputusan terkait hal ini. Namun jika kita renungi bersama, keputusan terkait hal ini akan cenderung mengacu pada nilai yang kita tanamkan dalam diri kita. Prinsip pengambilan keputusan merupakan kecenderungan seseorang bertindak yang dilandasi pada nilai yang dianutnya. Jika seorang guru mengimani nilai visioner dalam dirinya, maka keputusannya cenderung akan menggunakan prinsip jangka panjang dan berlandaskan hasil akhir. Seorang guru yang nilai sosialnya tinggi, akan lebih mendahulukan keputusan berlandaskan prinsip mendahulukan orang banyak alih-alih kepentingan individunya.
Hasil keputusan jelas tidak akan dapat menyenangkan seluruh pihak. Namun dengan langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan terkait dilema etika, keputusan yang dibuat akan lebih berpihak pada murid. Keputusan yang telah melalui proses diskusi panjang dengan diri sendiri, penguasaan emosi yang sehat, coaching, analisis mendalam dan pengujian tentu akan lebih berkualitas. Hal ini jelas menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi tumbuh kembang siswa. Dengan kata lain, pembuatan keputusan yang baik akan membantu Guru menjalankan tugasnya menciptakan "ladang" yang sehat untuk tanamannya dapat tumbuh dengan baik.

Bayangkan jika setiap guru membuat keputusan yang berpihak pada murid! Lingkungan seperti apa yang tercipta? Jika seluruh guru menjadikan muridnya sebagai pusat orbit pendidikan, maka pembelajaran yang memerderkakan murid akan bukan suatu hal yang mustahil untuk terwujud. Hal ini tentu bukan tanpa hambatan. Butuh waktu untuk terbiasa dengan alur pengambilan dan pengujian keputusan ini, butuh juga banyak usaha dan latihan. Banyaknya pihak yang terlibat di dalamnya, yang tidak semuanya paham dengan alur pengambilan dan pengujian keputusan ini dapat merupakan hambatan. Apalagi setiap pihak memiliki kepentingan yang kadang bertabrakan. 
Dalam menghadapi benturan kepentingan ini, Guru harus kembali pada kepentingan muridnya. Bahkan keputusan yang seorang Guru ambil dapat mempengaruhi masa depan muridnya. Misalkan dalam memberikan nilai pada seorang siswa yang bisa dikatakan sudah berusaha maksimal namun nilainya masih belum sesuai KKM, jika Guru hanya mengandalkan prinsip keadilan tanpa melibatkan empati, maka siswa tersebut bisa tidak naik atau tidak lulus. Jelas hal ini akan mempengaruhi masa depan siswa tersebut. Bukan hanya masa depannya, namun mungkin etos kerjanya sebagai murid akan berubah. 

Dapat disimpulkan bahwa seorang guru wajib berpegang pada prinsip Pratap Triloka untuk menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan merupakan keterampilan yang perlu dilatih tanpa henti, yang merupakan pengolahan pemikiran mendalam yang melibatkan proses sosial emosional dan coaching. 

Semoga kita dapat menjadi Pemimpin Pembelajaran yang memerdekakan murid dan pengambil keputusan handal yang mendasarkan keputusannya pada kebaikan lebih besar untuk dunia pendidikan.



Contoh laporan guru piket Praktik Kinerja PMM

  SIlakan Klik